SURGA HATI

Mari Bicara tentang Hati

Bismillah

Bismillah. Dengan nama Allah. Kuucapkan lirih. Sebelum dahiku berkerut. Memeras ide dari dalam otak. Menghisap rasa dari telaga hati. Lalu jemariku melompat-lompat. Di atas tombol-tombol keyboard. Huruf demi huruf muncul di layar komputerku. Merangkai kata, menyusun kalimat. Hingga menjadi artikel yang kuposting di blog ini.

Sudah lebih lima belas tahun, jemariku berakrab ria dengan keyboard. Tapi, yang kulakukan kini tidak lagi seperti dulu. Dulu aku asyik menerjemah dari Arab ke Indonesia. Kali ini aku mencoba menulis artikel sendiri. Gagasan menulis sering muncul ketika aku membuka-buka buku untuk merangkum materi kajian bersama sahabat-sahabat muda di masjid samping rumahku. Kadang ketika menerjemahkan naskah yang diorder salah satu penerbit. Kerap juga ide muncul saat membaca artikel ketika browsing di internet. Sepotong ide sesekali juga menyembul manakala aku terinspirasi oleh peristiwa yang kualami, kejadian di sekitarku, atau kisah menarik yang diceritakan seseorang kepadaku. Seremeh apa pun, aku ingin agar gagasan-gagasan itu terdokumentasi di sini, sebelum menguap bersama perjalanan waktu. Mungkin suatu saat bermanfaat untuk diriku sendiri, sebagai bahan introspeksi. Syukur jika berguna pula bagi sahabat-sahabatku.

Dengan menyebut nama-Mu, aku memulai kebiasaan baru yang lumayan menyenangkan ini. Semoga, dengan begitu ada keberkahan. Selain itu, aku berharap nama agung-Mu ini menjadi guide yang mengarahkan ke mana setiap kalimat kualirkan. Ibarat membidikkan anak panah, mengucap nama-Mu akan membantuku meneropong titik sasaran.

Mungkin sebagian artikelku di blog ini terasa seperti kritik. Jika benar begitu, maka kritik itu pertama-tama kutujukan kepada diriku. Agar tidak terjerumus dalam kesalahan yang telah kumengerti letak kesalahannya. Mungkin juga berisi keterangan tentang suatu kebaikan. Andai betul demikian, maka ia kuharap merupakan motivasi bagi diriku agar berusaha meraih kebaikan itu dan konsisten di atasnya. Andaikata kritik itu terarah kepada seorang saudaraku, sama sekali bukan berarti aku merasa lebih baik. Bukan begitu. Namun, karena aku percaya bahwa saling menasihati adalah kewajiban agama. Tak peduli seburuk apa pun kita. Hanya Allah yang tahu, apakah diri ini hakikatnya baik ataukah buruk, di mata-Nya. Kusampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada sahabat-sahabatku yang sudi memberiku teguran ketika tulisanku keliru. Sehingga aku bisa terus memperbaiki diri.

Ilmu yang bermanfaat, menurutku tidak identik dengan kalimat yang terangkai indah di lembaran kertas atau untaian kata memukau yang diucapkan oleh lidah. Ilmu yang bermanfaat adalah kebenaran yang telah menjelma menjadi keyakinan, sikap, ucapan, dan tindakan yang selaras dengan kebenaran itu. Di sinil kita diuji, sahabatku. Yaitu mampukah kita melaksanakan kata-kata yang telah kita yakini kebenarannya dan menjauhi apa yang telah kita yakini kesalahannya? Dan jika itu berhasil kita wujudkan, maka ketika itulah pohon-pohon ilmu kita berbuah.

Sahabatku. Aku senang jika lantaran blog ini kita bisa bersahabat, bertukar pikiran, dan menjalin silaturahim. Semoga memanjangkan usia dan melapangkan rezeki.

Assalamu `alaikum!

Hawin Murtadlo

17 thoughts on “Bismillah

  1. Assalamualaikum….

    Subhanallah…
    Setelah 3 tahun lebih meninggalkan laman saya…tiba2 tanpa sengaja terhubung pada laman seorang sahabat yang dulu saya pernah banyak belajar dari tulisan-tulisannya.

    Kaifa haluk, akhi?
    Tulisan antm masih seperti dulu…menyejukkan hati.

    Barakallah…

    • Allahu yubarik fik, ya ukhti..
      Alhamdulillah, semoga Allah menjadikanku lebih baik lagi dari prasangka baik ukhti.. Semoga Dia mengampuni keburukanku yang tertutupi. Dan tidak menghukumku karenanya..

  2. gunawan on said:

    bismillah,
    Sudah lebih lima belas tahun yah? betul…bahkan saat ini mungkin sudah lebih 20 tahun win, saat kita masih menggunakan mesin ketik ‘kantor pos’… bersama kita belajar menulis dan menulis sekapur sirih, artikel sampai cerpen. bersama ‘si kecil’ galih kwintarto (alm)…
    Kita punya cita-cita berjalan di jalan ‘pena’..
    Dari majalah dinding, dari buletin aqwam…saat ini aku masih menekuni ‘pena’ itu. Bedanya sekarang aku menulis naskah untuk talkshow, membuat pertanyaan yang akan ditanyakan pembawa acara kepada narsum di jalanan sampai politikus, tokoh, menteri, dan lainnya. Aku menulis naskah untuk cerita dokumenter untuk divisualkan…dan masih banyak format tulisan lainnya.
    Setelah 2o tahun, seharusnya sudah bisa dijadikan bekal untuk mengarungi jalan ‘pena’ ini.
    Sukron, hari ini aku tidak sengaja ketemu blog kamu, menggugah obsesiku yang dari dulu masih terpendam untuk di tulis. sukron win…

    umar shidqi

    • Sama-sama, Mar..
      Bakatmu sudah terlihat sejak dulu. Waktu aku masih belajar nulis, cerpen-cerpenmu sudah dimuat di Aqwam. Dan malah sudah terbit Aridia, kumpulan cerpen yang pertama terbit dengan latar belakang pesantren kita. Mungkin, juga satu-satunya.
      Sekarang kamu sudah lebih jauh melangkah di duniamu. Sebagaimana aku melangkah di duniaku yang berbeda. Semoga, langkah-langkah itu meninggalkan jejak-jejak kebaikan bagi kita. Yang terekam dalam “buku catatan” yang kelak kita terima dengan tangan kanan. Aku dan kamu menerimanya dengan tawa gembira, “Hai, lihat bukuku!”

  3. wassalamu alaikum. Afwan, belum tahu. Wassalam alaikm

  4. assalamualaikum,
    saya mau tanya kalau mau liat biography syihab al-badri yasin apa ya alamatnya atau blog nya?
    makasih,
    wassalam,

  5. assalamu’alaaikum
    blogwalking…ikutan baca2 pak ustadz 🙂
    salam kenal ^_^

    • wa ‘alaykum salam. silakan, barokallahu fiikum. salam kenal juga.

      • Menurut saya, kita harus semakin erat memegang syariat dan menyadarkan orang-orang yang kita cintai dan terdekat tentang pentingnya syariat bagi kehidupan. Karena kasih sayang-Nyalah, Allah menurunkan syariat kepada kita. Bukankah demikian?

    • syukron jawabannya tadz…sepakat, belum adanya jama’atul muslimin yg menerapkan syari’at Islam bukan berarti kita tidak bisa menerapkannya. semaksimal mungkin kita memegang syariat dlm kehidupan kita, sembari mengupayakan tegaknya jama’atul muslimin.
      mohon koreksinya kalo pendapat saya kurang tepat 🙂

  6. assalamualaikum ust, salam kenal dengan ane di blora..kapan ust main ke blora?

  7. umar shidqi on said:

    assalamualaikum,

    Sambil ngerjain kerjaan yang ditunggu deadline, tak sengaja aku menemukan nama yg tak asing …. kalau dari isi tulisannya yang tersirat, aku yakin 15 tahun yg lalu saat ente suka begadang menulis, ada aku disamping kamu….
    maaf, selama ini aku belum beredar di antara temen2… mungkin sudah saatnya kini.
    Havin, gawean aku masih seperti yang dulu, kalau dulu masih pakai mesin ketik PJKA, sekarang dah beda tentunya…dan lebih ke media elektronik(video)
    hubungi aku yah, tx

    wassalam
    gunawan umardani

  8. TErima kasih doa dan harapannya. Senang jika persahabatan akan meningkatkan keimanan. Amin.

  9. Adriana Tjandra Dewi on said:

    Alhamdulillah, tentunya saya tidak begitu saja nyasar menemukan blog ini.. Sukses untuk anda.
    Semoga kami bisa menjadi teman dari sekian banyak teman seiman anda. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: