SURGA HATI

Mari Bicara tentang Hati

DARI MANA DATANGNYA DERITA?


Jawabnya, dari cinta kepada selain Allah. Ketika hati mencintai sesuatu selain Allah bukan karena Allah, ia akan menderita karenanya.

 Seseorang yang mencintai dunia bukan karena Allah akan menderita karena dunianya.  Di akhirat, hartanya akan dijelmakan kepadanya menjadi ular cobra yang terus mematuk dan menggigitnya seraya berkata, “Akulah hartamu! Akulah simpananmu!” Emas dan perak yang disimpannya juga berubah menjadi lempengan-lempengan logam panas membara yang disetrikakan ke dahi, rusuk, dan punggungnya. Sambil dikatakan kepadanya, “Inilah harta yang kamu simpan untuk dirimu! Rasakan apa yang dulu selalu engkau simpan!”

Derita pecinta dunia tidak hanya dirasakannya di akhirat, tetapi juga di dunia. Hal itu terjadi baik ketika ia berhasil maupun ketika ia tidak berhasil memperoleh keinginannya. Ketika berhasil, ia menderita karena kelelahan selama mencarinya, kesengsaraan setelah memperolehnya, dan kesedihan hati ketika berpisah darinya. Ketika tidak berhasil, ia menderita karena kekecewaan atas kegagalannya. Derita yang dirasakannya sebanding dengan besar dan kecil cintanya. Semakin besar cintanya, maka semakin besar pula derita yang dirasakannya.

Untuk mengetahui derita seorang pecinta dunia, lihatlah derita yang dialami remaja mabuk cinta, yang tenggelam dalam cinta kepada kekasihnya. Setiap kali berusaha mendekat, sang kekasih justru menjauh darinya. Sang kekasih ingkar janji, meninggalkannya, bahkan menjalin hubungan dengan musuhnya. Bersama kekasih, ia menjalani kehidupan yang getir luar biasa. Ia rela mati membela kekasih, tetapi kekasih justru selalu ingkar janji, kasar, membagi cinta, mudah berubah, berkhianat, dan plin-plan. Ia tidak pernah menemukan rasa aman dalam kebersamaan dengannya, baik menyangkut keselamatan diri maupun hartanya.  Sewaktu-waktu kekasih bisa menyakitinya atau mengambil hartanya. Ironisnya, ia tidak sanggup berpisah darinya. Benarlah kata seorang penyair :

Di seluruh persada, tiada yang lebih menderita dibanding orang jatuh cinta

Meski hawa nafsu tampak  bergembira

Lihatlah, ia selalu menangis apa pun keadaannya

Kadang karena takutkan perpisahan, kadang karena kerinduan

Jika mereka jauh, ia menangis disiksa rindu

Jika mereka dekat, ia juga menangis takutkan perpisahan

Air mata berurai saat berjumpa

Berurai pula ketika berpisah

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: