SURGA HATI

Mari Bicara tentang Hati

Tidakkah Kita Bersyukur


Allah telah menciptakan negeri seindah surga ini untuk kita. Sebagaimana Dia telah menciptakan banyak negeri lain di bumi. Dia yang menyediakan seluruh kekayaan alamnya, bahan tambang yang melimpah dan ragam hayati yang tak terhitung jumlahnya di darat maupun lautan. Dia menciptakan tanahnya yang subur. Menurunkan curah hujan yang melimpah untuk menumbuhkan tanamannya. Adakah di antara kita yang jumawa mengaku telah menyediakan sebagian kecil saja dari karunia agung itu?

Sebenarnya, Allah berhak untuk hanya memberikan sebagian saja dari karunia itu kepada kita, jika Dia menghendaki. Lihatlah Mesir atau negeri Arab lainnya. Di sana tidak akan mudah Anda menemukan pemandangan indah bak permadani hijau sejauh mata memandang. Dari pesawat yang akan landing di bandara Internasional Cairo, Anda hanya bisa melihat hamparan pasir atau tanah tandus berwarna putih kecoklatan. Tanpa rumput. Tanpa tumbuhan. Saat memasuki kota Cairo, Anda memang akan menemukan satu dua pohon atau sedikit rumput yang tumbuh di beberapa sudut kota. Tapi, ia tidak tumbuh sendiri secara liar seperti di sini. Melainkan ditanam dan harus disiram setiap hari. Jangan tanya, seberapa sering hujan turun di sana. Mungkin sekali atau dua kali saja dalam setahun dan tidak terlalu deras. Itu pun sudah cukup untuk menciptakan banjir di beberapa pelosok kota Cairo.

Meski begitu, orang-orang di Mesir atau negeri manapun lainnya tetap wajib bersyukur. Karena masih banyak karunia Allah yang lain. Di antara lipatan nikmat itulah mereka hidup. Beberapa kawasan yang dilalui sungai Nil yang sangat subur menghasilkan produk pertanian berupa makanan pokok, sayur-sayuran, dan buah-buahan yang cukup untuk seluruh penduduk negeri. Beberapa produk pertanian di sana bahkan dijual jauh lebih murah daripada di sini. Jeruk sunkist yang di beberapa swalayan di sini dijual dengan harga 12 ribu hingga 20 ribu perkilo, tergantung musimnya, di sana hanya dijual tiga pound. Kurang lebih empat ribu limaratus rupiah saja. Harga strawberi juga sama, 3 pound perkilogram. Bedanya, ukuran strawberi di sana beberapa kali lebih besar dibandingkan ukuran strawberi Tawangmangu yang harganya empat hingga lima kali lebih mahal.

Banyak orang Arab yang datang ke negeri ini, tak berhenti berdecak kagum. “Kalian tinggal di surga”, begitu komentar Syaikh Kurayyim Rajih saat berkunjung ke Pesantren ‘Isy Karima, Karanganyar, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Tak heran, karena di sini Guru Besar Para Ahli Qiraat Negeri Syam itu menyaksikan semua keindahan yang tak pernah dia bayangkan selama tinggal di negerinya, Syiria. Sawah dan perkebunan yang subur ada di sepanjang kanan kiri jalan. Perbukitan tampak seperti ukiran indah karya tangan para petani. Air mengalir deras dan jernih dari mata air-mata air alami pegunungan ke parit-parit dan sungai-sungai. Udara sejuk tanpa AC. Telaga Sarangan tampak biru dan tenang dilihat dari jalan-jalan berliku di perbukitan. Pada bulan Januari seperti ini, hampir setiap hari hujan deras membasahi bumi. Kesegaran yang ditimbulkannya jauh merasuk hingga menembus pikiran dan hati, menciptakan rasa gembira dan kesyukuran.

Subhanallah! Karena karunia-Nya itu, sepatutnya hanya Allah yang berhak kita puji dan kita syukuri. Allah pula yang berhak diibadahi. Bukan siapa atau apa pun selain-Nya yang tidak pernah memberi walau sekulit ari. Perintah Allah berhak untuk ditaati. Larangannya dijauhi. Syariat-Nya diikuti.

Yang musti kita waspadai adalah, Iblis la’natullah ‘alaihi, selalu mencari kawan tanpa henti. Mengajak kita untuk mengabaikan syariat Allah. Mungkin dia mengatakan kepada kita bahwa syariat Allah adalah tatanan usang. Mungkin dia membuat sebagian dari kita memiliki perasaan yang berlebihan bahwa dirinya mampu membuat tatanan yang lebih baik, lebih menyejahterakan, dan lebih menjadikan negeri ini aman sentausa. Padahal tatanan itu melanggar banyak syariat Allah. Maka, jangan lupa, itu sebenarnya hanya tipuan Iblis belaka. Sebagaimana dia pernah menipu dirinya sendiri ketika menolak perintah Allah, dengan mengatakan, “Aku lebih baik darinya, Engkau telah menciptakanku dari api, sementara Engkau ciptakan dia (Adam) dari tanah.” Kalimat yang membuatnya dijauhkan dari rahmat Allah dan dimasukkan kepada golongan orang-orang kafir.

Kawan! Engkau mampu memulai dari dirimu, untuk menjadikan para penduduk negeri ini lebih mensyukuri karunia agung ini. Ingatlah firman Allah dalam Surah Ar-Rahman, yang artinya : “Nikmat Tuhanmu yang manakah yang hendak kau dustakan?”

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: