SURGA HATI

Mari Bicara tentang Hati

BERDAKWAH DENGAN KELEMBUTAN


Saya sungguh terkesan ketika menghadiri beberapa majelis ilmu, di mana sang ustadz mengawali majlisnya dengan kalimat-kalimat lembut yang menggetarkan perasaan dan menggerakkan hati, dengan pengantar-pengantar yang bermuatan motivasi dan doa kebaikan bagi jamaah yang hadir di majlisnya. Tiba-tiba saja, hati merasa tentram berada di majlis itu, sangat haus mendengarkan kalimat-kalimat bernas dan bermuatan ilmu yang mengalir satu persatu dari bibir sang dai yang tidak segan-segan memberikan senyuman tulus menyejukkan hati.
Saudaraku! Semoga Allah melimpahkan rahmat dan kasih sayang kepadamu serta mempertemukan kita di negeri kasih sayang-Nya yang abadi, di surga. Izinkan saya menyampaikan satu hal yang kadang saya atau sebagian saudaraku lupakan ketika menyampaikan dakwah, baik melalui mimbar maupun media tulisan. Semoga, apa yang saya sampaikan ini menjadi pengingat bagi diri saya maupun saudaraku yang sudah mengetahui, serta menjadi informasi bermanfaat bagi yang belum mengetahui.
Saudaraku! Dakwah harus disampaikan dengan sikap lembut, santun, simpatik dan bijaksana. Allah SWT. memuji sikap lembut Nabi Muhammad saw. kepada sahabat-sahabatnya. “Berkat nikmat dari Allah, kamu bersikap lembut kepada mereka. Andaikata engkau bertutur kasar dan berhati keras, tentulah mereka bercerai-berai dari sisimu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan ajaklah mereka bermusyawarah dalam urusan itu.”
Jangan mencampuradukkan antara sikap di medan dakwah dengan sikap di medan jihad fi sabilillah. Jika sedang berjihad, sudah pada tempatnya jika seseorang mempertontonkan kekerasan dan keperwiraan, sebagaimana difirmankan oleh Allah, “Wahai Nabi, berjihadlah terhadap orang-orang kafir dan munafik, serta bersikap keraslah terhadap mereka.”
Namun, ingatlah saudaraku, di medan dakwah engkau tidak sedang berperang! Di sini engkau perlu menunjukkan kasih sayang dan kelembutan kepada orang-orang yang engkau dakwahi. Ingatkah saudaraku, pesan Allah kepada Nabi Musa as. dan Nabi Harun as., dua da’i terbaik di muka bumi di masanya, ketika hendak mendakwahi Fir’aun, manusia paling kufur kala itu? Allah berfirman, “Pergilah engkau berdua menjumpai Fir’aun, sesungguhnya ia telah melampaui batas. Katakan kepadanya perkataan yang lembut, mudah-mudahan ia mengambil pelajaran atau takut.’”
Jika kepada Fir’aun yang dengan sombongnya memplokamirkan, “Aku adalah Tuhanmu yang Mahatinggi” sang dai harus mengucapkan perkataan lembut, bagaimana pula kepada saudara muslim yang selalu mengulang ucapan, “Mahasuci Rabbku yang Mahatinggi”?
Saudaraku! Metode dakwah sudah ada tuntunannya dari Allah. Ia tidak berubah, meski situasi berubah. Ia termuat dalam firman-Nya, “Serulah kepada jalan Rabbmu dengan bijaksana dan nasihat yang baik. Dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang paling baik.”
Bijaksana artinya menyampaikan ucapan yang seharusnya, pada saat yang seharusnya, dalam situasi yang seharusnya. Pilar-pilarnya adalah : ilmu, kesantunan, dan kesabaran. Wallahu a’lam.

Iklan

Single Post Navigation

One thought on “BERDAKWAH DENGAN KELEMBUTAN

  1. nice..nice….
    wujudkan dg buku-buku tulisan2 pak ….
    jgn nerjemahin aja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: