SURGA HATI

Mari Bicara tentang Hati

GUGURNYA KEWAJIBAN JUMATAN PADA HARI RAYA


Ada kemungkinan, Hari Raya Idul Adha 1430 H ini jatuh pada hari Jumat, 27 November 2009. Jika demikian, maka kewajiban berjumatan (menghadiri dan melaksanakan shalat Jumat) gugur dari siapa yang pagi harinya telah menjalankan shalat Id. Ia boleh melaksanakan shalat Zhuhur. Hal ini berdasarkan riwayat dari Iyas bin Abi Ramlah Asy-Syami, ia berkata :

شهدت معاوية يسأل زيد بن أرقم هل شهدت مع رسول الله عيدين اجتمعا في يوم واحد؟ قال : نعم. قال : فكيف صنع؟ قال : صلى العيد ثم رخص في الجمعة فقال : “من شاء أن يصلي فليصل” رواه أبو داود و الإمام أحمد ولفظه “من شاء أن يجمع فليجمع

“Aku pernah menyaksikan Muawiyah bertanya kepada Zaid bin Arqam, ‘Pernahkah engkau bersama Rasulullah saw. mengalami dua hari raya yang bertemu dalam satu hari?’ Zaid menjawab, ‘Ya, pernah.’ Muawiyah bertanya, ‘Bagaimana yang dilakukan oleh beliau?’ Zaid menjawab, ‘Beliau melaksanakan shalat Id, kemudian memberikan rukhshah (keringanan) untuk tidak berjumatan. Beliau bersabda : “Barangsiapa yang berkehendak melaksanakan shalat, silakan ia melaksanakan shalat.”’” (HR. Abu Dawud dan Ahmad. Sedangkan redaksi dalam riwayat Ahmad berbunyi, “Barangsiapa yang hendak berjumatan, silakan berjumatan.”)

Diriwayatkan pula dari Abu Hurairah, dari Rasulullah saw. yang bersabda :

“اجتمع في يومكم هذا عيدان فمن شاء أجزأه من الجمعة وإنا مجمعون” رواه ابن ماجه
“Pada hari ini telah berkumpul dua hari raya. Barangsiapa yang berkehendak tidak berjumatan, maka shalat Id ini telah cukup sebagai pengganti jumatan, namun kami akan berjumatan.” (HR. Ibnu Majah)

Masih terdapat riwayat semacam itu melalui Ibnu Umar dan Ibnu Abbas, dari Nabi saw..
Kelebihan shalat Jumat, dibandingkan shalat Zhuhur adalah adanya khotbah. Maka, orang yang telah mendengarkan khotbah pada sholat Id, tidak berkewajiban mendengarkan khotbah dua kali pada hari itu, dengan menghadiri shalat Jumat.

KEWAJIBAN JUMATAN TIDAK GUGUR BAGI IMAM

Kewajiban berjumatan tidak gugur dari imam. Hal ini didasarkan pada teks hadits di atas:

وإنا مجمعون
“Sesungguhnya kami berjumatan.”

Jika imam tidak berjumatan, maka orang yang berkewajiban jumatan atau orang yang hendak berjumatan meski kewajibannya telah gugur, tidak mendapatkan tempat berjumatan.

Sumber bacaan: Al-Mughni ‘ala Mukhtashori ‘l-Khorqi, dan beberapa kitab fikih lain.

Iklan

Single Post Navigation

2 thoughts on “GUGURNYA KEWAJIBAN JUMATAN PADA HARI RAYA

  1. assalamu alaikum.

    Uhanni’ukum biiidin saiid … kullu ‘aam wa antum bikhoir…

    Ustadz, antum masih di solo kah?. wah lama ndak ketemu nih <>, ustadz salafuddin juga …

    Ni saya juga belajar ngeBLOG … kebetulan ada tema yang sama mengenai bertemunya dua hari raya (copy paste dari seorang wali santri anak NDM) yang juga menguatkan pendapat hanabilah tetapi ada nukat lain dalm rincian hukum cabangnya (sekalian promosi blog)

    Wassalam.

    • wa ‘alaikum salam. Wa iyyakum, ustadz Fadholi. Ana masih di Solo, dekat dengan Pak Salaf. Iya, sudah lama .. sekali.. Jazakumullah atas kunjungannya, semoga menjadi penyambung silaturahmi lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: