SURGA HATI

Mari Bicara tentang Hati

SEHARUSNYA KITA BERHARAP


الرجاءBerharap, dalam bahasa Arab disebut raja’. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-`Utsaimin menjelaskan makna raja’ adalah ar-roghbah fi syai’in qorîbi `l-manâl, ‘menginginkan sesuatu yang mudah diperoleh’. Sedikit berbeda dengan berangan-angan yaitu berkeinginan kepada sesuatu yang mustahil atau nyaris mustahil diperoleh. Berharap adalah salah satu jenis perbuatan hati. Orang beriman selalu punya harapan. Harapan untuk mendapat rahmat Allah, untuk berjumpa dengan Allah dengan amal shalih yang diterima, harapan agar Allah mengampuni dosa-dosanya.
Rahmat, kasih sayang, pahala dan ampunan dari Allah adalah sesuatu yang bisa diharapkan oleh semua orang, tanpa kecuali. Betapa pun perbedaan keadaan setiap orang hari ini, salih atau jahat, pandai atau bodoh, bisa berharap mendapatkannya. Semua bisa dirahmati, disayangi, diganjar pahala, dan diampuni oleh Allah. Seorang mukmin selalu menjaga harapan ini agar tetap ada dan tumbuh mekar di hatinya.
Harapan yang terpuji ada pada orang yang berharap pahala dari Allah lalu beribadah kepada-Nya. Harapan itu mendorongnya untuk bersikap, berucap, dan dan bertindak yang diridhai dan dicintai oleh Allah. Harapan yang terpuji ada pada orang yang berharap ampunan dari Allah, lantas bertaubat dan beristighfar kepada-Nya. Ia meninggalkan dosa dan kesalahannya, menyesalinya, dan bertekad tidak akan mengulang kesalahan yang sama di masa akan datang. Ia bermunajat di hadapan-Nya, mengakui kesalahan dan memohon ampunan-Nya. Semua itu dilakukan, semata karena-Nya, bukan untuk tujuan lainnya.
Namun, ada juga harapan yang tidak semestinya. Seperti seseorang yang berharap kepada ridha-Nya, tapi harapan itu tidak mendorongnya untuk menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya dengan penuh kerendahan hati, takzim, dan kecintaan kepada-Nya. Ia berharap kepada ampunan-Nya, tetapi tidak tergerak untuk bertaubat dari kesalahan-kesalahannya. Di sini, harapan tak ubah seperti lamunan dan angan-angan. Ia merupakan harapan yang tercela. Harapan yang mustahil. Seperti berharap kapal berlayar di daratan.
Allah menjelaskan, bagaimana keadaan orang yang benar-benar memiliki harapan terpuji, dalam firman-Nya:
“Barangsiapa yang berharap berjumpa dengan Tuhannya, hendaklah ia melaksanakan amal shalih dan janganlah mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (QS. Al-Kahfi [18] : 110)

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: