SURGA HATI

Mari Bicara tentang Hati

BISNIS YUK!


Salah satu kendala yang saya rasakan ketika mengajak orang untuk berbisnis adalah sebagian orang masih memiliki kesan negatif terhadap profesi ini. Entah mengapa, tapi saya bertemu banyak sekali orang seperti ini. Sedikit menduga, mungkin karena mereka ini mendengar atau melihat dunia bisnis sangat rentan dengan tipu-menipu, saling iri, kalau tidak beruntung jadi bangkrut, dan kalaupun sukses menjadi orang kaya banyak yang akhirnya sombong, merendahkan orang lain, mengeksploitasi karyawan, bermaksiat, dan melupakan kewajiban agama.
Tapi, apakah profesi bisnis selalu seburuk itu?
Sebenarnya bisnis dan dagang adalah profesi mulia. Kita bisa melihat, betapa Islam memuliakan profesi ini. Nabi Muhammad saw. pernah dikenal berprofesi sebagai pebisnis, yaitu sebelum diangkat sebagai Nabi. Para sahabat yang pertama-tama masuk Islam juga banyak berasal dari kalangan pebisnis, seperti Abu Bakar, Utsman, dan Abdurrahman bin Auf radhiyallahu `anhum. Para ulama besar pun banyak yang berprofesi sebagai pebisnis, seperti Imam Malik, Imam Ahmad, Ibnul Jauzi, dan masih banyak lagi lainnya.
Beberapa kelebihan bisnis dan dagang, bila kita jadikan sebagai profesi adalah : pertama, ia berpotensi memberikan penghasilan yang besar hingga jauh melebihi kebanyakan profesi lainnya. Kedua, ia memberikan keleluasaan waktu bagi pelaku bisnis yang masih ingin menyibukkan diri dengan aktivitas lain yang bermanfaat seperti dakwah, kuliah, atau bahkan sebagai pekerja profesional. Ketiga, ia bisa dikerjakan oleh semua orang dengan beragam latar belakang yang berbeda-beda.
Andaikata kebanyakan aktivis dakwah adalah para pebisnis tentu kegiatan dakwah akan semakin lancar, masjid-masjid dibangun, pesantren-pesantren akan memiliki fasilitas-fasilitas yang memadai, perpustakaan-perpustakaan lengkap, dan tidak akan sering kita dengar kegiatan dakwah yang minus anggaran. Selain itu, kita akan menemukan para karyawan dimuliakan, karena para pebisnisnya mengerti dan memegang teguh etika islami.
Tumbuhnya dunia perdagangan dan bisnis di masyarakat, juga akan sangat menguntungkan negara. Banyak lapangan pekerjaan tersedia. Aliran kas negara dari sektor pajak juga semakin besar. Dan tentu saja, akan mengangkat pamor masyarakat Indonesia di mata negara lain. Jika hari ini cadangan devisa di negara kita sangat terbantu oleh keberadaan jutaan saudara kita yang bekerja sebagai TKI di Malaysia, Arab Saudi, Uni Emirat, Kuwait, Hongkong, dan negara-negara lainnya, tentu negara akan lebih terbantu lagi jika saudara-saudara kita yang pergi ke luar negeri itu adalah para pebisnis. Namun, mungkinkah negara agraris ini berubah menjadi negara bisnis? Bagaimana cara membudayakan bisnis di masyarakat?
Masih banyak pertanyaan, mudah-mudahan lain kali ada ide untuk menulis lagi.

Iklan

Single Post Navigation

One thought on “BISNIS YUK!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: