SURGA HATI

Mari Bicara tentang Hati

FLU BABI, FLU BURUNG, FLU APALAGI?


Lagi-lagi, virus penyebab flu menjadi berita heboh di seantero jagad. Dulu virus flu burung, sekarang flu babi. Berbagai media, baik televisi maupun koran, memberitakan bahwa makhluk yang tak bisa dilihat dengan mata telanjang ini, yang semula diyakini menginfeksi babi, telah menular kepada manusia, menewaskan ratusan orang di Meksiko, serta menjangkiti banyak orang lainnya di Amerika Serikat dan Selandia Baru. Kita kembali menyaksikan kesibukan WHO dalam mengambil langkah–langkah yang dianggap penting untuk menanggulangi wabah virus ini. Seiring dengan itu, pemerintah negara-negara di seluruh dunia pun ikut sibuk. Tentu, tak ketinggalan pula pemerintah Indonesia.
Terus terang, saat virus flu burung mengheboh beberapa tahun lalu, saya tidak begitu peduli dengan beritanya. Termasuk saat pemerintah mengumumkan anggaran –yang seingat saya- luar biasa besar untuk membiayai pembelian vaksin flu burung dan langkah-langkah lain penanggulangan flu burung. Saat itu, saya juga tak cukup tertarik ketika ribuan ekor ayam dimusnahkan di mana-mana. Namun, kali ini, pikiran saya tergelitik untuk bertanya, beginikah cara terbaik menanggulangi wabah virus di zaman modern di mana ilmu pengetahuan yang dicapai manusia sudah sedemikian maju?
Entahlah. Hanya para pakar kedokteran yang bisa menjelaskannya. Namun, dalam pikiran awam saya, seharusnya kita bisa melakukan cara yang lebih baik. Saya ingat, pernyataan seorang pakar yang mengatakan dalam sebuah wawancara televisi ketika itu bahwa keadaan orang yang terinfeksi virus flu burung berbeda-beda antara yang satu dengan lainnya. Seseorang bisa meregang nyawa segera setelah terinfeksi virus menakutkan itu. Namun, orang lain bisa juga terinfeksi, sementara ia tetap hidup sehat dan kuat, karena memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik. Yang menjadi pertanyaan saya, kenapa pemerintah tidak meningkatkan anggaran subsidi untuk meningkatkan kekebalan tubuh rakyat Indonesia saja sebagai langkah strategis untuk menanggulangi flu babi dan flu burung?
Yang kedua, apakah kita semua berpikir bahwa jika seluruh babi dan ayam dimusnahkan, tidak akan ada lagi virus yang serupa dengan flu burung dan flu babi? Tidak mungkinkah Allah yang telah menciptakan virus-virus itu, suatu saat juga menciptakan flu kambing, flu sapi, dan flu-flu lainnya? Apakah jika itu terjadi, kita akan kembali mengeluarkan anggaran besar untuk membeli vaksin flu kambing dan flu sapi serta membunuhi ribuan ternak kita? Apakah kita bisa merasa aman seluruh jenis ternak musnah dari kehidupan kita?
Bagi saya, semua tontonan di televisi dan berita di koran tentang cara penanggulangan virus ini merupakan sebuah ironi di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia. Seakan-akan, kita kembali ke zaman di mana kita tidak memiliki cara yang lebih cerdas daripada menciptakan pembunuhan massal. Andaikata seluruh ternak sudah musnah, demi menanggulangi flu, apakah tidak akan kita temukan lagi virus atau bakteri yang mengancam kehidupan manusia?
Saya yakin, pasti akan ada virus lagi. Karena, bukankah ribuan bakteri dan virus memang selalu ada di sekitar kita? Bahkan, juga di dalam tubuh kita?
Ahh.., pertanyaan-pertanyaan itu selalu membikin saya penasaran. Saya tidak bisa menjawabnya. Dan entahlah, apakah dalam waktu dekat akan ada orang yang bisa dan mau menjawabnya. Saya hanya berharap, akan ditemukan cara lain yang lebih cerdas untuk menanggulangi wabah virus dan penyakit yang masih menjadi momok bagi kebanyakan orang. Semoga.

Iklan

Single Post Navigation

One thought on “FLU BABI, FLU BURUNG, FLU APALAGI?

  1. FLU SINGAPURA PAK, hihi semakin lama kugh bnyk peyakit dngn nama2 baru. HFF, astagfirullah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: