SURGA HATI

Mari Bicara tentang Hati

Archive for the month “April, 2009”

BISNIS YUK!


Salah satu kendala yang saya rasakan ketika mengajak orang untuk berbisnis adalah sebagian orang masih memiliki kesan negatif terhadap profesi ini. Entah mengapa, tapi saya bertemu banyak sekali orang seperti ini. Sedikit menduga, mungkin karena mereka ini mendengar atau melihat dunia bisnis sangat rentan dengan tipu-menipu, saling iri, kalau tidak beruntung jadi bangkrut, dan kalaupun sukses menjadi orang kaya banyak yang akhirnya sombong, merendahkan orang lain, mengeksploitasi karyawan, bermaksiat, dan melupakan kewajiban agama.
Tapi, apakah profesi bisnis selalu seburuk itu?
Sebenarnya bisnis dan dagang adalah profesi mulia. Kita bisa melihat, betapa Islam memuliakan profesi ini. Nabi Muhammad saw. pernah dikenal berprofesi sebagai pebisnis, yaitu sebelum diangkat sebagai Nabi. Para sahabat yang pertama-tama masuk Islam juga banyak berasal dari kalangan pebisnis, seperti Abu Bakar, Utsman, dan Abdurrahman bin Auf radhiyallahu `anhum. Para ulama besar pun banyak yang berprofesi sebagai pebisnis, seperti Imam Malik, Imam Ahmad, Ibnul Jauzi, dan masih banyak lagi lainnya.
Beberapa kelebihan bisnis dan dagang, bila kita jadikan sebagai profesi adalah : pertama, ia berpotensi memberikan penghasilan yang besar hingga jauh melebihi kebanyakan profesi lainnya. Kedua, ia memberikan keleluasaan waktu bagi pelaku bisnis yang masih ingin menyibukkan diri dengan aktivitas lain yang bermanfaat seperti dakwah, kuliah, atau bahkan sebagai pekerja profesional. Ketiga, ia bisa dikerjakan oleh semua orang dengan beragam latar belakang yang berbeda-beda.
Andaikata kebanyakan aktivis dakwah adalah para pebisnis tentu kegiatan dakwah akan semakin lancar, masjid-masjid dibangun, pesantren-pesantren akan memiliki fasilitas-fasilitas yang memadai, perpustakaan-perpustakaan lengkap, dan tidak akan sering kita dengar kegiatan dakwah yang minus anggaran. Selain itu, kita akan menemukan para karyawan dimuliakan, karena para pebisnisnya mengerti dan memegang teguh etika islami.
Tumbuhnya dunia perdagangan dan bisnis di masyarakat, juga akan sangat menguntungkan negara. Banyak lapangan pekerjaan tersedia. Aliran kas negara dari sektor pajak juga semakin besar. Dan tentu saja, akan mengangkat pamor masyarakat Indonesia di mata negara lain. Jika hari ini cadangan devisa di negara kita sangat terbantu oleh keberadaan jutaan saudara kita yang bekerja sebagai TKI di Malaysia, Arab Saudi, Uni Emirat, Kuwait, Hongkong, dan negara-negara lainnya, tentu negara akan lebih terbantu lagi jika saudara-saudara kita yang pergi ke luar negeri itu adalah para pebisnis. Namun, mungkinkah negara agraris ini berubah menjadi negara bisnis? Bagaimana cara membudayakan bisnis di masyarakat?
Masih banyak pertanyaan, mudah-mudahan lain kali ada ide untuk menulis lagi.

Iklan

FLU BABI, FLU BURUNG, FLU APALAGI?


Lagi-lagi, virus penyebab flu menjadi berita heboh di seantero jagad. Dulu virus flu burung, sekarang flu babi. Berbagai media, baik televisi maupun koran, memberitakan bahwa makhluk yang tak bisa dilihat dengan mata telanjang ini, yang semula diyakini menginfeksi babi, telah menular kepada manusia, menewaskan ratusan orang di Meksiko, serta menjangkiti banyak orang lainnya di Amerika Serikat dan Selandia Baru. Kita kembali menyaksikan kesibukan WHO dalam mengambil langkah–langkah yang dianggap penting untuk menanggulangi wabah virus ini. Seiring dengan itu, pemerintah negara-negara di seluruh dunia pun ikut sibuk. Tentu, tak ketinggalan pula pemerintah Indonesia.
Terus terang, saat virus flu burung mengheboh beberapa tahun lalu, saya tidak begitu peduli dengan beritanya. Termasuk saat pemerintah mengumumkan anggaran –yang seingat saya- luar biasa besar untuk membiayai pembelian vaksin flu burung dan langkah-langkah lain penanggulangan flu burung. Saat itu, saya juga tak cukup tertarik ketika ribuan ekor ayam dimusnahkan di mana-mana. Namun, kali ini, pikiran saya tergelitik untuk bertanya, beginikah cara terbaik menanggulangi wabah virus di zaman modern di mana ilmu pengetahuan yang dicapai manusia sudah sedemikian maju?
Entahlah. Hanya para pakar kedokteran yang bisa menjelaskannya. Namun, dalam pikiran awam saya, seharusnya kita bisa melakukan cara yang lebih baik. Saya ingat, pernyataan seorang pakar yang mengatakan dalam sebuah wawancara televisi ketika itu bahwa keadaan orang yang terinfeksi virus flu burung berbeda-beda antara yang satu dengan lainnya. Seseorang bisa meregang nyawa segera setelah terinfeksi virus menakutkan itu. Namun, orang lain bisa juga terinfeksi, sementara ia tetap hidup sehat dan kuat, karena memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik. Yang menjadi pertanyaan saya, kenapa pemerintah tidak meningkatkan anggaran subsidi untuk meningkatkan kekebalan tubuh rakyat Indonesia saja sebagai langkah strategis untuk menanggulangi flu babi dan flu burung?
Yang kedua, apakah kita semua berpikir bahwa jika seluruh babi dan ayam dimusnahkan, tidak akan ada lagi virus yang serupa dengan flu burung dan flu babi? Tidak mungkinkah Allah yang telah menciptakan virus-virus itu, suatu saat juga menciptakan flu kambing, flu sapi, dan flu-flu lainnya? Apakah jika itu terjadi, kita akan kembali mengeluarkan anggaran besar untuk membeli vaksin flu kambing dan flu sapi serta membunuhi ribuan ternak kita? Apakah kita bisa merasa aman seluruh jenis ternak musnah dari kehidupan kita?
Bagi saya, semua tontonan di televisi dan berita di koran tentang cara penanggulangan virus ini merupakan sebuah ironi di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia. Seakan-akan, kita kembali ke zaman di mana kita tidak memiliki cara yang lebih cerdas daripada menciptakan pembunuhan massal. Andaikata seluruh ternak sudah musnah, demi menanggulangi flu, apakah tidak akan kita temukan lagi virus atau bakteri yang mengancam kehidupan manusia?
Saya yakin, pasti akan ada virus lagi. Karena, bukankah ribuan bakteri dan virus memang selalu ada di sekitar kita? Bahkan, juga di dalam tubuh kita?
Ahh.., pertanyaan-pertanyaan itu selalu membikin saya penasaran. Saya tidak bisa menjawabnya. Dan entahlah, apakah dalam waktu dekat akan ada orang yang bisa dan mau menjawabnya. Saya hanya berharap, akan ditemukan cara lain yang lebih cerdas untuk menanggulangi wabah virus dan penyakit yang masih menjadi momok bagi kebanyakan orang. Semoga.

CHENEY KEMBALI KECAM OBAMA


Dick Cheney

Dick Cheney

Selasa, 21 April 2009

Mantan Wakil Presiden AS, Dick Cheney, melontarkan kritik keras terhadap Barack Obama dan politik luar negeri yang ditempuh Pemerintahan AS saat ini, dengan mengatakan bahwa kebijakan tersebut akan mempengaruhi posisi Amerika Serikat sebagai negara adidaya di dunia.
Dalam wawancara dengan Fox News, Cheney mengatakan, “Saya prihatin dengan kebijakan luar negeri yang kita tempuh dan terkejut oleh berbagai lawatan yang dilakukan oleh Obama serta permintaan maafnya mengenai kebijakan-kebijakan AS di masa lalu.”

CHENEY TUDUH OBAMA LEMAH
Mantan wapres AS ini mengatakan: “Anda harus lebih waspada karena negara-negara lain, baik kawan maupun lawan, berusaha mengambil keuntungan dari situasi di mana mereka meyakini bahwa mereka sedang berhadapan dengan seorang presiden yang lemah atau seseorang yang tidak berdiri kukuh untuk secara tegas membela kepentingan Amerika.”
Perlu dicatat, di masa lalu, dengan alasan untuk menjamin stabilitas keamanan nasional Amerika Serikat, Pemerintah AS telah mengobarkan sejumlah perang serta melakukan rangkaian kejahatan dan pelanggaran hak asasi manusia, sampai akhirnya mereka mengaku telah gagal mewujudkan keamanan bagi Amerika secara sempurna.
“Amerika Serikat telah memainkan peran penting di dunia dalam jangka waktu yang lama. Saya pikir, tidak ada alasan untuk meminta maaf,” katanya.
Presiden Obama, dalam kampanye pemilu lalu telah mengangkat slogan perubahan dan berjanji akan menempuh kebijakan yang berbeda dari kebijakan yang telah diambil oleh pemerintahan Bush.

CHENEY KRITIK PENDEKATAN OBAMA TERHADAP DUNIA ISLAM, KUBA DAN VENEZUELA
Selama tur Eropa awal bulan ini, Obama menyatakan niatnya untuk mengurangi cadangan nuklir negaranya secara bertahap selama empat tahun. Ia menyatakan, “Amerika Serikat akan mempelopori sebuah proposal pengurangan penyebaran senjata nuklir, tetapi pada saat yang sama, negara kita tetap akan memiliki kekuatan nuklir yang cukup untuk mencegah serangan musuh dan menciptakan rasa aman bagi negara-negara sekutu.”
Ia berjanji pemerintahannya akan menempuh upaya diplomasi sebagai solusi terhadap krisis nuklir dengan Iran dan Korea Utara. Ia juga menegaskan bahwa Amerika Serikat akan menggunakan pendekatan baru dalam hubungannya dengan dunia Islam, serta dengan negara komunis Kuba dan Venezuela.
Mantan wapres AS ini juga mengecam adegan jabat tangan antara Obama dan Presiden Venezuela, Chavez, “Apa yang terjadi sama sekali tidak akan berguna. Ada langkah-langkah yang ditempuh berdasarkan pertimbangan yang salah. Apa yang terjadi itu seharusnya dilakukan pada situasi yang tepat, karena yang penting adalah kemampuan membedakan antara yang baik dan yang jahat serta antara siapa yang percaya kepada demokrasi dan siapa yang menentangnya “, katanya.
Berkenaan dengan keputusan Obama untuk mengungkap dokumen badan intelijen AS mengenai kondisi penahanan para tersangka kasus “terorisme” dan teknik interogasi terhadap mereka, Cheney mengatakan: “Kami telah meminta publikasi yang lebih tentang metode-metode interogasi yang diterapkan oleh pemerintahan Bush, tetapi mereka tidak berhasil menemukan informasi-informasi yang menunjukkan keberhasilan usaha kami. Padahal ada laporan-laporan yang menunjukkan kemajuan yang dicapai dari kegiatan-kegiatan ini. Secara resmi saya menuntut hal itu dilakukan sekarang”, katanya.
Bulan lalu – ketika memberikan pembelaan terhadap kebijakan pemerintah AS sebelumnya menyangkut perang Irak serta perlakuan terhadap para tersangka terorisme dan kampanye anti terorisme – Cheney telah juga memberikan peringatan bahwa kebijakan Obama akan meningkatkan risiko serangan terhadap Amerika Serikat.

Diterjemahkan dari Situs Mafkarah Islam.

Post Navigation