SURGA HATI

Mari Bicara tentang Hati

MUSIBAH ADALAH KEBAIKAN


Setiap musibah tentu membawa kepedihan. Mungkin membuat Anda menangis berurai air mata atau menjerit di dalam hati.
Tapi, Anda perlu tahu, musibah datang bukan hanya dengan kepedihan. Banyak kebaikan yang mungkin akan diperoleh seseorang yang ditimpa suatu musibah.
Salah satu kebaikan yang dibawa musibah adalah revitalisasi kesadaran. Yaitu kesadaran bahwa hidup memang tidak sepenuhnya indah. Seperti langit yang tak selalu cerah. Dengan demikian, seseorang akan terbiasa memiliki mental kesabaran. Kesabaran untuk menghadapi musibah yang sudah menimpa maupun yang boleh jadi menimpa di masa yang akan datang.
Jika musibah itu terkait dengan sakit yang menimpa ayah, ibu, saudara, istri, suami, atau anak maka ia menjadi sarana untuk belajar berempati. Dari situ Anda bisa merasakan apa yang dirasakannya. Anda akan terdorong melakukan sesuatu untuk meringankan deritanya. Mengantarnya ke dokter jika sakit. Mendukungnya jika lemah. Membelai rambut, memeluk, atau menciumnya. Anda akan menunjukkan betapa berharganya dia bagi Anda. Sebaliknya, ia akan sadar bahwa ternyata ia memiliki orang lain yang memperhatikan, menyayangi, dan siap membantu menghadapi kesulitannya.
Lebih dari semua itu, musibah menjadi ujian bagi setiap orang beriman, agar Allah mengetahui hamba-Nya yang layak mendapat pahala kesabaran. Pahala kesabaran ini sungguh besar. Sangat besar. Tidak terbatas. Maka, apa salahnya jika seorang hamba menempuh “sedikit kesulitan” dan “secuil kepedihan” untuk meraih anugerah Allah yang lebih besar?
Maka orang yang menimpakan musibah bukan berarti menimpakan keburukan kepada Anda. Saya teringat pada sirah yang mengisahkan beredarnya haditsul ifki, yaitu berita bohong yang terkait dengan ummul mukminin Aisyah ra, pada bulan Sya`ban 5 H, sepulang kaum muslimin dari Perang Bani Mushtaliq. Sulit menggambarkan betapa hebatnya guncangan dalam masyarakat muslim di Madinah akibat beredarnya berita bohong itu. Ummul Mukminin Aisyah ra. sampai jatuh sakit. Nabi saw. pun tidak mampu berkomentar hingga Allah menurunkan langsung ayat yang menyatakan ummul mukminin bersih dari dosa yang dituduhkan. Yang perlu saya garis bawahi, adalah firman Allah mengenai orang-orang yang telah berperan besar dalam penyebaran berita bohong itu :
“Sesungguhnya, orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah `golongan kamu’ juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu, bahkan ia adalah `baik bagimu’.” (An-Nur [24]: 11)
Jika musibah yang demikian dahsyat disebut sebagai kebaikan, bagaimana pula dengan musibah-musibah kecil lainnya yang menjadi sarana terampunnya dosa dan bertambahnya pundi-pundi pahala? Tentu, musibah itu baik bagi orang-orang yang beriman.

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: