SURGA HATI

Mari Bicara tentang Hati

KOMPETISI POSITIF


Ketika Anda meraih sebuah kesuksesan, akan berhembus dari diri Anda sebuah “aroma imajiner” yang harum mewangi. Aroma itu keluar dari pori-pori kesuksesan Anda, lalu berhembus, mengalir kepada saudara-saudara, teman-teman, serta orang-orang dekat Anda. Terhirupnya aroma imajiner ini akan menimbulkan efek luar biasa pada orang-orang dekat Anda itu. Mendadak mereka memiliki motivasi besar untuk meraih kesuksesan seperti yang telah Anda peroleh. Saya menyebutnya sebagai “aroma kompetisi”.
Setelah menghirup aroma kompetisi, seseorang akan memiliki motivasi berlipat ganda untuk berprestasi. Ia ingin meniru proses-proses baik yang telah dilakukan oleh orang yang meraih kesuksesan. Bahkan, ia akan berkreasi untuk mendapatkan kesuksesan lebih besar dan lebih baik. Semakin ketat kompetisi di suatu bidang, semakin besar dorongan untuk berkreasi itu.
Dalam dunia penerbitan, kompetisi yang ketat akan mendorong setiap penerbit untuk menyajikan produk dengan kualitas terbaik. Jika sebelumnya buku-buku yang diterbitkan diproses dengan kualitas seadaanya, tiba-tiba setelah terjadi kompetisi muncul semangat untuk memperbaiki berbagai kekurangan yang dulu sangat mudah ditoleransi. Kaver harus menarik. Judul harus memikat. Bahasa harus mengalir indah. Kesalahan tulis, ejaan, dan terjemahan ditekan seminimal mungkin. Selain itu, penerbit juga mulai berpikir bagaimana meningkatkan promosi, membangun komunitas pembaca, serta memberikan pelayanan terbaik kepada semua relasi. Akhirnya, pembaca merasakan berkah dengan banjirnya produk-produk berkualitas dengan harga yang ekonomis.
Kompetitor terbaik yang pernah saya lihat adalah pengusaha sukses yang mendorong orang-orang di sekitarnya meraih kesuksesan seperti yang diraihnya dan seorang penulis sukses yang memotivasi orang lain untuk menjadi penulis sukses seperti dirinya. Tidak semua orang berbuat seperti ini. Bahkan, mungkin tidak berlebihan kalau saya katakan, jarang sekali orang seperti ini. Saya kira, orang seperti itu memiliki “super motivasi” yang berbeda dari motivasi yang terdapat pada umumnya orang. Ia menginginkan kehidupan yang diberkati dan kebahagiaan di luar kebahagiaan materi. Mungkin dia sangat yakin, kebaikan yang dilakukannya pasti mendapat imbalan yang lebih baik dari-Nya, di kehidupan dunia maupun kelak setelah berjumpa dengan-Nya.
Sebuah kompetisi berubah menjadi buruk, ketika seseorang memendam keinginan untuk menghancurkan kesuksesan kompetitornya. Bersedih melihat kompetitornya berbahagia. Marah ketika kompetitornya mendapatkan prestasi melebihi dirinya. Sebaliknya, berbahagia melihat atau mendengar kompetitornya sengsara.
Gejala dari sebuah kompetisi yang buruk bisa muncul dalam sikap, ucapan dan tindakan. Sikap benci, ucapan yang menyakiti, dan tindakan yang mencelakai adalah tanda yang bisa kita rasakan, kita dengar, dan kita saksikan.
Saya ingin memberi Anda contoh sederhana. Misalnya dari dunia sepakbola. Kehebatan David Beckham mengeksekusi tendangan bebas diakui oleh banyak kawan maupun lawannya. Kehebatannya ini bisa memotivasi pesepakbola lain untuk berprestasi seperti dirinya. Mereka terinspirasi untuk berlatih keras untuk meningkatkan prestasi agar bisa menyamai atau melebihinya. Tapi, sebagian pesepakbola tidak mau berkompetisi secara fair. Ia melakukan takling keras terhadap Beckham dengan tujuan mencederainya. Akibatnya, Beckham pun patah kakinya.
Anda bisa dengan mudah mengambil contoh lain di dunia sekitar Anda. Kompetisi bisa terjadi dalam hal apa saja. Seorang penulis buku best seller berkompetisi dengan sesama penulis, pengusaha sukses dengan pengusaha, atlet hebat dengan atlet lainnya, seorang dai sukses pun bahkan bisa berkompetisi dengan dai lainnya. Dunia ini akan lebih bergairah jika diwarnai oleh kompetisi-kompetisi, selama masih dijalankan secara positif. Menurut saya, etika muamalah Islam bisa menjadi rambu-rambu untuk menjamin terwujudnya kompetisi positif tersebut. Tentu, untuk mewujudkannya tidak semudah mengatakannya. Wallahu a`lam

Iklan

Single Post Navigation

One thought on “KOMPETISI POSITIF

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: