SURGA HATI

Mari Bicara tentang Hati

BENARKAH PASAR BUKU LESU?


Sudah lama saya meragukan keyakinan sebagian kawan yang mengatakan pasar buku sedang lesu. Benar, beberapa penerbit mengalami hal seperti itu. Tapi, tidak secara keseluruhan.
Kenyataannya, beberapa penerbit justru mengalami peningkatan omset signifikan di saat sebagian lain terengah-engah mengejar target penjualan. Ketika beberapa hari yang lalu berkeliling di beberapa toko buku di Bandung mulai dari Palasari, Geger Kalong, dan beberapa toko buku di lingkungan kampus di Bandung, saya mendapati penjualan buku di sana cukup bergairah. Tidak ada keluhan tentang menurunnya penjualan. Kawan saya yang mengelola sebuah toko distributor buku pun mengatakan penjualannya ajeg-ajeg saja. Bahkan, dibandingkan tahun lalu, omsetnya naik dua kali lipat.
Kebetulan, di Bandung saya sempat bertanya kepada seorang pemilik toko buku di Palasari. Apakah di sini tersedia buku-buku dari penerbit A (saya menyebut nama sebuah penerbit yang konon kabarnya mengeluhkan penurunan omset penjualan mereka)? Jawabnya, buku-buku penerbit tersebut pernah ada. Tapi beberapa bulan belakangan memang tidak ada pasokan dari distributor. Ia menduga, penyebabnya adalah kendala dalam distribusi. Seorang pemasoknya pernah menceritakan bahwa mereka menghentikan distribusi karena berbenturan dengan pemasok lain. Sementara pemasok lain tersebut tidak cukup aktif dalam mendistribusikan buku dari penerbit tersebut.
Saya pun sempat menanyakan, bagaimana penerimaan konsumen terhadap buku-buku penerbit tersebut? Menurutnya, sebenarnya buku-buku tersebut sangat diminati oleh konsumen. Saya pikir, ia benar, karena saya lihat, hampir tidak ada buku penerbit tersebut yang tersisa dalam jumlah besar. Paling satu atau dua eksemplar. Dan hanya satu dua judul saja yang tersisa. Padahal, dulunya toko tersebut menyediakan buku-buku penerbit tersebut komplit.
Bagaimana soal harga? Menurutnya, harganya bisa dikatakan relatif lebih murah dibandingkan penerbit lain.
Saya pun mencoba menganalisis, mengapa sebagian penerbit mengalami penurunan omset?
Saya menduga salah satu faktornya adalah terjadinya persaingan kurang sehat di antara beberapa penerbit. Banyaknya buku terjemahan yang judul asli dan penulisnya sama merupakan salah satu indikasinya. Selain itu, dari sisi penggarapan isi maupun judul, tidak ada perbedaan signifikan di antara penerbit tersebut. Jalur distribusi yang digunakan pun sama. Bahkan penerjemah, desainer sampul, juga media iklan yang digunakan juga sama.
Faktor lain yang mungkin berpengaruh adalah hubungan yang kurang harmonis antara penerbit-penerbit tersebut dengan distributornya. Bahkan, beberapa distributor mereka mendirikan penerbitan sendiri bekerjasama dengan mantan karyawan penerbit yang tidak puas. Otomatis, distribusi produk mereka menjadi sangat tidak maksimal. Distributor tersebut sangat pasif dalam memasarkan dan hanya menunggu pesanan dari konsumen.
Tidak kalah pentingnya, beberapa penerbit juga membuat program-program pemasaran yang kontra produktif. Mereka menyelenggarakan even-even diskon besar terhadap konsumen di berbagai pameran buku dan acara yang mereka selenggarakan. Sesaat memang terlihat konsumen berbondong-bondong memborong buku. Namun, kegiatan tersebut berdampak menyulitkan beberapa toko eceran. Sebagian toko bahkan nyaris gulung tikar. Kemunduran toko buku tentu pada akhirnya akan berdampak kepada penerbit.
Walhasil, saya menyarankan kepada kawan-kawan yang berbisnis di bidang penerbitan, tetaplah tenang menghadapi situasi. Kemudian, ada baiknya Anda berpikir bagaimana membangun jaringan distribusi yang kuat melalui pembangunan kemitraan yang baik dengan para distributor dan toko buku. Anda tidak mungkin meluncur menuju tangga kesuksesan sendirian. Berikan kemenangan kepada orang lain, sebelum Anda mereguk kesuksesan. Wallohu a’lam.

Iklan

Single Post Navigation

3 thoughts on “BENARKAH PASAR BUKU LESU?

  1. Amin, makasih Mas Deden. Krisis adalah tantangan untuk menjadi lebih baik. Semoga.

  2. Dalam pandangan awam saya, budaya gemar membaca memang belum berurat berakar di bangsa kita dan hal ini diperparah dengan kondisi krisis ekonomi yang berkepanjangan ini.

    Semoga saja para penerbit dapat bertahan menghadapi krisis ini, mengingat banyak perusahaan di sektor lain yang telah kolaps.

  3. ada usaha ada jalan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: