SURGA HATI

Mari Bicara tentang Hati

PERCAKAPAN DI MALAM PENGANTIN


“Wahai Sya`bi, nikahilah wanita Bani Tamim. Sungguh, aku melihat mereka adalah wanita-wanita cerdas.” kata Syuraih suatu ketika kepada Sya`bi.
“Kecerdasan macam apa yang pernah kau lihat pada mereka?” tanya Sya`bi.
Syuraih pun menceritakan kisahnya sebagai berikut:
***
Suatu siang, aku mengantarkan jenazah, melewati perkampungan Bani Tamim. Tiba-tiba aku melihat seorang perempuan tua berada di depan pintu rumah, didampingi seorang gadis paling cantik yang pernah kulihat. Aku pun menepi, lalu meminta air, padahal aku tidak merasa haus.
Gadis itu bertanya, “Minuman apakah yang Anda inginkan?”
“Apa saja, seadanya”, jawabku.
Yang tua berkata, “Kamu ini bagaimana sih, Nak?! Ambilkan susu untuknya! Kukira ia seorang pria asing!”
“Siapakah gadis tadi?” tanyaku kepada wanita itu.
“Zainab, putri Jarir”, jawabnya.
“Bersuami atau tidak?” tanyaku lagi.
“Tidak!” jawabnya.
“Kalau begitu, nikahkan dia denganku!”
“Tidak masalah, jika engkau sekufu.”
Aku pun berlalu untuk tidur siang, tetapi tidak bisa. Usai sholat Zhuhur, aku mengajak saudara-saudaraku, para qori’ terpandang, yaitu : Alqomah, Aswad, Musayyab, dan Musa bin `Arfathoh. Aku pergi menemui paman gadis itu.
“Wahai Abu Umayah, apa keperluanmu?” tanya paman gadis itu.
“Aku ingin melamar Zainab”, jawabku.
“Zainab tidak menolakmu!” katanya.
“Kalau begitu, nikahkan aku dengannya!”
Setelah menikah, aku merasa menyesal. Dalam hati aku berkata, “Apa yang barusan kulakukan dengan wanita Bani Tamim? Mereka terkenal berhati keras. Kupikir, lebih baik kuceraikan saja. Ah, tidak! Biarlah dia hidup bersamaku. Jika aku melihat apa yang kusuka, pernikahan ini kulanjutkan. Jika tidak, baru kuceraikan.
***
Setelah kedua pengantin dipertemukan.
***
Apabila seorang wanita dipertemukan dengan suaminya, maka suami disunahkan melaksanakan sholat sunat dua rekaat lalu berdoa memohon kebaikan istrinya dan berlindung dari keburukannya.
Aku sholat dua rekaat, sedangkan istriku sholat di belakangku. Selesai sholat para pelayannya datang kepadaku, mengambil pakaianku dan memberiku selimut yang telah diwenter dengan kunyit.
Setelah suasana rumah sepi, aku mendekatinya. Aku ulurkan tanganku kepadanya. Ia berkata, “Sabarlah, Abu Umayah. Tetaplah di tempat.” Sejurus kemudian ia berkata : “Alhamdulillah. Aku memuji dan memohon pertolongan kepada Allah. Kuucapkan shalawat untuk Muhammad dan keluarganya. Aku ini wanita asing yang belum mengenal sifat-sifatmu, maka beritahukan kepadaku apa yang engkau sukai agar kulaksanakan dan apa yang kau benci agar kutinggalkan!”
Maka, kukatakan, “Alhamdulillah, aku memuji dan memohon pertolongan Alloh. Kuucapkan pula sholawat dan salam untuk Nabi dan keluarganya. Wa ba`du. Telah kau ucapkan kata-kata yang jika kau pegang teguh, maka akan menjadi keberuntunganmu. Tapi jika kau lalaikan, akan menjadi alasan untuk menyalahkanmu. Aku menyukai ini dan itu serta membenci ini dan itu. Ketika kita bersama, janganlah beranjak pergi. Jika kau melihat kebaikan, maka sebarkanlah. Namun jika melihat keburukan, rahasiakanlah!”
Ia pun menanyakan sesuatu yang belum kusebutkan, “Apakah kau menyukai kunjungan keluarga?”
“Aku tidak ingin besanku merasa bosan kepadaku.”
“Siapakah tetangga yang kau perbolehkan masuk ke rumahmu, agar aku beri izin dan siapa yang kau benci agar aku benci?”
“Bani Fulan orang-orang yang saleh, sedangkan Bani Fulan orang-orang yang jahat.”
Saat itu aku merasakan malam yang paling membahagiakan.
***
Inilah wanita shalihah. Rasulullah saw. menyebutnya sebagai sebaik-baik kesenangan dunia.

Catatan : Riwayat Ibnu Abdi Robbih Al-Andalusi, dalam kitab Thobâ’i`un Nisâ’.
Diterjemahkan oleh : Hawin Murtadlo

Iklan

Single Post Navigation

5 thoughts on “PERCAKAPAN DI MALAM PENGANTIN

  1. Ass.wr.wb
    Mhn maaf sepertinya saya kurang sependapat dengan hikmah ini.
    Mungkin ada sesutau yang bagus namun ada satu hal terkadang hikayat suami istri cenderung dengan rangkuman atau kriteria istri shaliha yang subhanallah bagi saya imajiner,kecuali khadijahlah yang amat dikagumi rasul.

    Seorang Umar yang saya kagumipun diomeli istrinya namun dia tidak serta merta ” sepicik ” cerita laki2 diatas karena melihat Rasul juga dimarahi istrinya namun beliau diam saja.

    So bagi anda yang mau menikah ehm memang akhlaul kharimah adalah nomer satu namun percayalah terkadang tidak seperti yang kita bayangkan seperti cerita-cerita sufi diatas.

    Namun subhanallah ALLAH SWT pun telah memberikan kita tuntutan mulai melaui AlQURAN dan keseharian rasul.
    Jika Anda mau menikah baca baik2 buku nikah yang akan anda terima.
    Disana ada satu pembuka ayat yang sangat menggetarkan dan menyabarkan kita sebagai ” suami / laki-laki yang cenderung egois dan mau menang sendiri ”

    Bagi saya sudahlah tidak ada yang sempurna dan sesholehah yang kita impikan kalau kita sendiri jauh dari sifat ini,bukan.

    Bukankah ALLAH telah menyampaikan bahwa pasangan kita adalah dari orang sejenis kita ( artinya bisa macem2 ) dan bagi saya yang awam ini.Jika kita begini yah terimalah kalau istri kita begini jangan minta begitu he he

    Semoga kita termasuk golongan yang beruntung,aminn

    —————————————————————-
    —————————————————————-

    Wass. wr. wb. Syukron Cak Hadi.
    Banyak firman Allah dan sabda Rasulullah menunjukkan bahwa laki-laki dan wanita yang shalih benar-benar ada, bukan sekedar khayalan atau imajinasi. Bukankah Al-Quran mengajarkan kita bagaimana doa memohon dikaruniai anak yang shalih? Tentu, karena anak shalih itu ada dan bisa diminta.
    Saya sepakat bahwa tidak ada manusia sempurna, dalam arti selalu memiliki kekurangan dan kesalahan. Orang-orang shalih pun memiliki kekurangan dan kesalahan. Ada di antara mereka bahkan yang pernah melakukan dosa besar.
    Namun, sebagian tanda kesalihan adalah senantiasa beristighfar dan bertaubat. Al-Quran mengisahkan istighfar dan taubat para rasul seperti Nuh setelah memanjatkan doa yang keliru, Sulaiman setelah dilalaikan oleh kudanya, Dawud setelah diuji dengan sebuah kesalahan, Musa setelah melakukan pembunuhan, serta nabi-nabi yang lain -semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada mereka. Nabi Muhammad saw. juga beristighfar dan bertaubat tidak kurang dari 70 kali dalam sehari. Kisah taubat Ka’ab bin Malik dan dua sahabatnya -semoga Allah meridhai mereka- juga masih bisa kita baca dalam surah At-Taubah.
    Jadi, kesalihan bukan sesuatu yang imajiner, tapi nyata. Semoga Allah membimbing kita dan orang-orang yang kita cintai sehingga termasuk golongan orang-orang shalih.Wallahu a’lam.

  2. arrayah on said:

    Hm… Rumahku adalah Surgaku.. mungkin itu kalimat yang pas jika kita memiliki istri sholihah… mudah2n ane kelak dpt yg sprti ini.. amiin 🙂

  3. fatimah azzahra on said:

    subhanallah..akankah kebaikan akhlak dan tutur kaytanya bisa menjadi pelajaran bagi setiap wanita..
    semoga kisah ini menjadi inspirasi dan penyejuk serta pembelajaran bagi manusia khususnya kaum wanita agar menjadi wanita sholehah amin

    • Dan bagaimana dengan anda saudaraku ?
      Kenapa selalu menuntut wanita yang harus sempurna ?
      Apakah kita sebagai laki-laki sudah sempurna ?
      sebelum ” mimpi merubah istri rubahlah akhlak kita ”
      Dunia sudah diciptakan berpasang2an…..
      Dan tidak ada yang dicurangi ALLAH sedikitpun.
      Semua tergantung usaha ,perbuatan kita dan semuanya akan kembali kekita.

      ——————————————————————
      ——————————————————————

      Menginginkan wanita shalihah tidak sama dengan memimpikan wanita “sempurna”. Kesempurnaan itu tidak ada, tapi kesalihan memang ada, baik pada wanita maupun pria. Dan wajar sekali kesalihan seseorang itu membahagiakan sekaligus dicintai oleh pasangannya.
      Saya sepakat, pria pun harus memperbaiki diri dan akhlaknya, serta menjadikan dirinya pria yang shalih. Sebab, itu akan membahagiakan istrinya. Wallahu a’lam.(Hawin)

  4. yahya ayyas on said:

    Begitu menyejukkan hati…sangat menyentuh…memang inilah wanita salehah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: