SURGA HATI

Mari Bicara tentang Hati

TENTANG ROKOK LAGI


Tadi saya membaca sebuah artikel tentang rokok. Pro kontra tentang rokok seakan memang tidak pernah habis. Walau pun beberapa waktu lalu MUI telah mengeluarkan fatwa tentang hukum rokok. Namun, pandangan masyarakat tampaknya masih sangat beragam dalam menyikapi fatwa tersebut.
Saya jadi teringat kepada seorang kenalan saya. Seorang muslim keturunan Arab warga negara swedia, tapi tinggal di Malaysia. Sudah 30 tahun ia memiliki pabrik obat-obatan herbal di negeri Jiran itu. Sejak dulu, kenalan saya ini sangat antipati terhadap rokok. Bahkan, konon ia pernah menolak membukakan pintu saat seseorang hendak bertamu ke rumahnya. Sebabnya, ia tahu orang itu perokok. Mmh.
Ada yang lebih ekstrim dari itu. Suatu ketika seorang mantan pasiennya mengajukan diri untuk menjadi distributor, setelah membuktikan khasiat obat-obatan herbal yang diproduksinya. Namun rupanya, orang itu seorang perokok. Kenalan saya menolak keinginan orang itu untuk menjadi distributor. Alasannya? “Produk yang Anda jual ini ditujukan untuk membantu konsumen agar mendapatkan kesehatan lebih baik,” katanya. “Sementara, Anda memiliki kebiasaan yang membahayakan kesehatan. Anda boleh mengajukan diri menjadi distributor, setelah berhenti merokok!” Mmh!
Di mana-mana, dari dulu, ia selalu meyakinkan orang-orang yang dikenalnya, bahwa rokok itu haram. Tak peduli baru lima menit ia berkenalan dengan orang itu.
Suatu ketika kami mampir di sebuah rumah makan. Dilihatnya, pemilik restoran sedang merokok. Ia pun terlibat dalam obrolan dengan pemilik rumah makan. Seru sekali tampaknya. Kemudian saya melihat si pemilik warung ke belakang rumah, mengambil mushaf Al-Quran. Kenalan saya itu, lalu menunjukkan sebuah ayat dalam mushaf tersebut. Dan pemilik warung itu pun mengangguk.
Ternyata, ia baru saja menunjukkan ayat yang mengharamkan rokok kepada pemilik warung. Sebuah ayat di surat Al-A`raf. Ayat itu menjelaskan bahwa Allah telah mengutus Rasul-Nya antara lain untuk “menghalalkan hal-hal yang baik” serta “mengharamkan hal-hal yang buruk”.
Kemudian, ia bertanya kepada pemilik warung tadi, “Menurut Anda, rokok termasuk hal-hal yang baik atau hal-hal yang buruk?”
“Buruk.” jawab pemilik warung.
“Sekarang Anda tahu, bahwa hukum merokok haram. Dalilnya ayat ini. Karena, ayat ini menjelaskan bahwa hal-hal yang buruk diharamkan. Anda tentu tidak akan mendapati ayat Al-Quran atau sebuah hadits yang menyatakan, `Anu atau Anu (ia menyebut beberapa merek rokok terkenal) itu haram’ . Tapi, Anda tahu, ayat ini mengharamkannya,” katanya.
Tampaknya, dalam beberapa kali obrolan yang saya lihat, ia sering berhasil meyakinkan kawan bicaranya, bahwa rokok itu haram.

Iklan

Single Post Navigation

5 thoughts on “TENTANG ROKOK LAGI

  1. Assalamualaikum….

    maaf. saya bukan membela yang suka merokok..
    saya mau memaparkan sedikit sejarah tentang rokok. Ini diadapat dari diskusi dengan seorang kawan, tolong dikoreksi apabila salah.

    Rokok yang bahan utamanya tembakau dulunya digunakan sebagai obat penyakit tertentu (dengan kadar yang telah ditentukan).
    Namun seiring berjalannya waktu, tembakau ini disalahgunakan oleh orang-orang tertentu yang pingin merusak umat….

    Namun, ada sebuah banyolan dalam diskusi dengan seorang kawan tadi (tapi kalo dipikir2 bener juga sih).
    merokok kan merusak diakibatkan asap yang kita hirup….

    Coba kita perhatikan lingkungan sekitar kita,, “kendaraan bermotor” mengeluarkan asap yang jauh lebih berbahaya dari rokok..

    kasian juga yah orang-orang di kota besar..hidup nya ga sehat..

    menurut mas gimana nih ?

    oh iya salam kenal dari saya,, yang baru bikin blog

  2. Nah, saya ini masih belum terbebas dari kebiasaan merokok, terlepas dari polemik dalil haram tidaknya merokok dari sudut pandang Islam, sebenarnya saya pun sangat paham tentang keburukan – keburukan yang dapat diakibatkan dari merokok ini.

    Ya Allah, bantulah hambamu ini dari kebiasaan yang merusak dirinya sendiri.

  3. putra purnama on said:

    Bagaiamana kalau merokok itu “makruh mugholadoh” ?
    Kayaknya lebih pas.. 🙂

    Putra
    http://www.putrapurnama.wordpress.com

  4. Tampaknya memang begitu.
    Memang kawan saya itu dalam proses ke Indonesia, untuk sebuah bisnis di bidang makanan kesehatan. Hmm. Kalau nggak ada kendala administrasi, nggak lama lagi. Insya Allah.

  5. menarik sekali pak hawin, nampaknya kenalan bapak harus di bawah ke indonesia dan meyakinkan kepada sekian juta pekerja pabrik rokok, bahwa apa yang mereka lakukan selama ini adalah membantu orang untuk menyakiti dirinya sendiri. gitu kan pak? hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: