SURGA HATI

Mari Bicara tentang Hati

CINTA TAK MEMILIH HARI


Cinta tak pernah lepas dari sejarah manusia. Bahkan setiap orang. Siapa pun Anda, pasti ingin menyintai dan dicintai. Dan mungkin Anda sepakat bahwa menyintai dan dicintai bisa menyebabkan seseorang merasakan kebahagiaan tiada tara. Kebahagiaan yang mungkin membuat hatinya serasa terbang ke awan. Kebahagiaan yang mengokohkan hatinya laksana batu karang meski diterpa badai cobaan.
Cinta adalah motif paling dasar setiap tindakan, begitu Ibnul Qoyyim menjelaskan dalam Ighotsatul Lahfan. Daya dorong cinta yang dahsyat bisa memacu seseorang untuk melakukan tindakan yang menyejarah. Dalam kehidupan pelakunya dan orang-orang di sekelilingnya.
Namun, Anda tahu, kisah cinta bukan melulu kisah bahagia. Luka dan derita dalam kehidupan manusia banyak yang berawal dari cinta. Ada yang patah hati lantas bunuh diri. Ada yang kecewa lantas menghancurkan hidupnya.
Anda memang perlu memilah dan memilih cinta. Ada saatnya Anda menerima mencintai dan dicintai. Namun ada kalanya Anda harus menolak mencintai maupun dicintai.
Kenapa musti menolak cinta? Jawabannya bisa berbeda-beda.
Mungkin ada baiknya saya tuliskan alasan Nabi Yusuf as. ketika menolak dicintai. Ketika seseorang menyatakan cintanya, salah seorang legenda cinta yang kisahnya sangat terkenal dan diabadikan dalam Kitab Suci yang masih dibaca ratusan juta manusia ini, menyatakan penolakannya.
“Aku sungguh mencintaimu!” kata seseorang kepada beliau.
Beliau pun menjawab, “Aku tidak mau dicintai manusia!”
“Mengapa?” tanya orang itu.
“Sebab, aku pernah dua kali dicintai. Dan dua kali pula aku menderita. Aku pernah dicintai ayahku, lantas saudara-saudaraku iri dan membuangku ke dalam sumur di pinggir hutan. Aku juga pernah dicintai tuan putriku, istri pembesar Mesir, akhirnya aku dijebloskan ke dalam penjara!”
Hari-hari ini banyak orang mengkampanyekan valentine day sebagai hari kasih sayang yang dirayakan tanggal 14 Februari. Saya berpendapat lebih banyak orang yang menjadi korban daripada yang mendapat manfaat peringatan valentine day. Perayaan ini gencar dikampanyekan lebih karena ia merupakan kesempatan bisnis yang menguntungkan para pengusaha. Sebuah peluang untuk menjajakan kemaksiatan. Atau sebuah momentum untuk mensosialisasikan tradisi di luar Islam. Manfaatnya untuk menumbuhkan dan merawat cinta sangat patut diragukan. Karena itu, banyak ulama, di antaranya MUI, telah menjelaskan keharaman perayaan valentine day.
Cinta memang menuntut Anda memilih. Tapi, bukan memilih hari perayaannya. Melainkan memilih kepada siapa Anda memberikan cinta dan bagaimana cara Anda menyintai.
Nabi saw. bersabda:
“Tidak beriman seseorang sehingga cintanya mengikuti ajaran yang kubawa.”
“Ikatan iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.”

Berbahagialah wanita yang merajut jalinan cinta bersama pria yang dicintainya karena Allah. Berbahagia pula pria yang membangun mahligai cinta bersama wanita yang dicintainya karena Allah. Cinta semacam itu akan menghadirkan kebahagiaan sejati kepada mereka, karena jalinan cinta tersebut menjadikan mereka lebih mencintai dan dicintai Allah.

Iklan

Single Post Navigation

2 thoughts on “CINTA TAK MEMILIH HARI

  1. Betul itu. Kalau bisa nikah, kenapa pacaran he.. he..
    Syukron sudah mampir dan komen di sini

  2. df ainnurrahma on said:

    cinta memang selalu menghiasi hari-hari…kalau mau pacaran siap juga sakit hati..tapi kalau gak mau sakit hati gak usah pacaran :)…..mending nikah za :)……

    syukron dah mampir ke diary senja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: