SURGA HATI

Mari Bicara tentang Hati

JAMAK HUJAN


Seseorang dibolehkan menjamak shalat disebabkan oleh turunnya hujan. Karena hujan merupakan “kesulitan”. Sedangkan kesulitan menuntut adanya keringanan hukum. Demikian yang sering diajarkan para ulama ushul.

Saya mencoba mencari apa alasan para ulama yang menyimpulkan dibolehkannya jamak sholat karena hujan? Sebuah situs menyantumkan satu dalil yang digunakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah sebagai alasan adanya rukhsoh (keringanan) menjamak shalat ketika hujan. Yaitu hadits berikut:

“Dahulu di zaman Rasulullah saw. kami menjamak shalat, bukan karena hujan dan bukan pula karena safar.” atau sebagaimana sabda beliau.

Maaf, sementara saya bawakan hadits ini secara maknanya. Mudah-mudahan lain kali bisa saya cantumkan teks secara lebih tepat dan lengkap. Syukur-syukur dengan periwayatnya.

Dahi saya sempat sedikit berkerut membaca hadits ini. Saya coba mencari-cari, bagian mana yang bisa dijadikan alasan untuk melakukan shalat secara jamak dikarenakan turunnya hujan. Menurut hadits ini, shalat secara jamak pernah dilakukan di zaman Rasulullah saw. Bukan karena hujan, juga bukan safar.

Ternyata para ulama kita di zaman dahulu memiliki pemahaman yang tajam terhadap hadits ini. Menurut penjelasan Ibnu Taimiyah, dari hadits di atas kita bisa tahu alasan menjamak shalat yang sudah populer di kalangan kaum muslimin pada zaman Rasulullah saw.. Yaitu safar dan turunnya hujan. Maka, sahabat yang meriwayatkan hadits ini ingin menegaskan bahwa jamak shalat bukanlah semata-mata berdasarkan kedua alasan yang populer itu. Namun, kadang-kadang boleh dilakukan dengan alasan lain.

Dari situ saya semakin mengakui keutamaan para ulama. Sungguh benar bila mereka diibaratkan bulan purnama yang bersinar terang di tengah kerumunan bintang yang berkelip-kelip di cakrawala. Ulama laksana pelita yang menjadi petunjuk bagi umat.

Saya menjadi ngeri melihat sebagian orang yang begitu berani mengecilkan peran ulama. Dengan enteng mereka mementahkan pendapat atau bahkan ijmak para ulama. Padahal, mereka tidak memiliki pengetahuan mendalam tentang agama. Biasanya pada diri mereka pun tak terlihat tanda-tanda ketakwaan dan rasa takut kepada Allah!

Iklan

Single Post Navigation

One thought on “JAMAK HUJAN

  1. wahyu am on said:

    nice post gan 🙂

    nambah lagi nih ilmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: