Bagi saya, kita bisa menjalani hidup dengan sederhana. Jauh dari kerumitan yang seringkali kita sendiri yang memaksakannya.
Dalam hidup kita adalah hamba dari Sang Pencipta. Dalam posisi ini kewajiban kita adalah mengabdi kepada-Nya. Bagaimana kita mengabdi? Al-Quran yang diturunkan-Nya sebagai petunjuk bagi kita telah memberikan jawabannya. Yang disempurnakan dengan diutusnya Rasul sebagai penjelasnya. Memahami petunjuknya adalah lebih sederhana, ketimbang kita musti berpikir dan mereka-reka sendiri ajaran dan aturan hidup kita. Atau mencoba meniru ajaran dan aturan hidup ciptaan manusia, sehebat apa pun dia.
Dalam hidup ini, kita adalah makhluk. Diri kita diciptakan. Tidak pernah ada seorang pun di antara kita yang merasa menciptakan dirinya. Segala yang ada pada diri kita, Allah yang menetapkan dan menciptakannya. Sebagai makhluk, kita hanya berkewajiban menyempurnakan usaha dan permohonan kepada-Nya. Selebihnya, kehendak Sang Pencipta mutlak adanya. Baik kita suka atau tidak suka.
Banyak misteri kehidupan yang tidak kita mengerti. Banyak rahasia alam yang tak tampak di depan mata. Terlalu memaksa diri akan membuat kita beralih dari satu kelelahan kepada kelelahan lainnya. Sampai kita mau kembali kepada cara yang sederhana.
Apa cara sederhana itu? Percaya. Ya, percaya kepada Allah dan kemahakuasaan-Nya. Kepada pemeliharaan-Nya. Juga kepada kebenaran firman-Nya. Percaya bahwa semua janji-Nya benar. Surga itu benar. Neraka pun benar. Percaya bahwa kita akan dimudahkan menuju arah mana pun kita hendak diciptakan.
Banyak orang yang berbahagia dengan kesederhanaannya. Apakah Anda percaya?
sederhana sebuah jalan hidup dalam mensyukuri nikmat semoga
salam kenal mas
taufan
http://www.plazamuslim.com
http://www.menerbitkanbukuitumudah.wordpress.com
Sepakat, kesederhanaan adalah salah satu wujud sikap tunduk dan syukur pada Allah SWT.
Saya percaya akan hal itu…
Hidup sederhana tidak selalu bicara tentang ketidakmampuan,
Hidup sederhana akan membuat kita lebih merasa bersyukur,
yakin kali, maksudnya om!
salam alaik…blog anta juga bgus..byk info yg bermanfaat..seperti di post ni..hidup secara sederhana..bagi ana hidup secara sederhana adalah yg lbh bagus dr idup yg berlebih lebihan…hidup secara sederhana adalah lebih melengkapi..jika hdp berlebihan akan boleh menimbulkan rasa riak,sombong dn sebagainya…hidup sederhana adalah yg lebih menenagkan…dan akan rs lbh brsyukur pada allah…bi izinillah..moga kita dilindungi dari sifat2 yg mungkar..amennn
wa `alaikum salam. Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar di blog ini.
Saya adalah segelintir orang yang sedang berusaha membangun sebuah konstruksi keyakinan bahwa dalam sebuah kesederhanaan…kebahagiaan itu justru lahir dengan suburnya.
Terima kasih atas pelajaran Anda hari ini, saudaraku…
Sederhana udah gak….jaman…brur.. sekarang yang harus dipikirkan bukan yang sederhana tapi yang cemerlang…cemerlang itu dari mana ? dari pemikiran….Pemikiran cemerlang dari man dari Idiologi, cara pandang… Idiologi apa….Idiologi Islam
Dunia ini sudah hampir hancur dengan sistem kufur… Dunia ini harus ada di genggaman umat Islam dengan sistem Islam yang Kaffah…
Daulah Kilafah Islamiah,.. kudu di perjuangkan oleh seluruh umat muslim di dunia….
Mikirnya jangan yang cemen cemen dong… kapan mau bangkit?
Mbak Ummu, banyak pilihan dalam hidup ini. Saya berpendapat cara sederhana adalah yang terbaik bagi saya dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Yaitu percaya kepada Allah dan seterusnya. Saya melihat tidak ada ide yang lebih cemerlang dalam hidup ini daripada beriman secara sederhana. Sesederhana Abu Bakar yang langsung percaya kepada berita tentang Isra’ Mi’raj. Sesederhana para sahabat yang kontan melaksanakan perintah ketika turun sebuah syariat.
Keserhaanaan juga diperlukan dan tinggal masing-masing mau atw tidak untuk menerapkannya…. Karena dikalangan awam akan memunculkan imej tertntu ….
sederhana adalah akhlak mulia,,, boros dengan kekayaan akan membawa sengsara dunia wal akhirat..
Zuhud memang gampang-gampang sulit…